Dalam wasiatnya kepada putranya, Lukman al-Hakim berkata, “Wahai anakku, jika perut terisi penuh oleh makanan dan minuman, pikiran akan tertidur, hikmah akan berhenti mengalir dan badan akan lumpuh dari beribadah.” Itulah salah satu contoh adab dalam menuntut ilmu yang diambil dari kisah Lukman al-Hakim.

Posisi Duduk Guru Lebih Tinggi Di Banding Murid

Setelah mengupas keutamaan adab sebelum mempelajari ilmu, termasuk definisi adab dan kisah-kisah para ulama yang mengutamakan mempelajari adab terlebih dulu sebelum mempelajari ilmu pada edisi No 08/TH 06 Agustus 2017, pada edisi bulan September 2017 dilanjutkan dengan menguraikan adab dalam menuntut ilmu.

Mengapa adab mencari ilmu perlu dibahas dalam edisi ini? Karena selama ini, kita menyaksikan di lingkungan lembaga pendidikan kita, apalagi di tengah-tengah masyarakat , adab dan akhlak mencari ilmu sudah sangat diabaikan oleh kebanyakan murid (santri). Akibatnya, kita sering dibuat kaget oleh perilaku atau sikap murid yang tidak lagi menghormati gurunya, mengolok-olok, bahkan berani menantang “duel” gurunya.

Saat ini, seiring semakin mahalnya biaya pendidikan dari TK sampai perguruan tinggi, termasuk pesantren, hubungan antara murid dengan guru tak ubahnya seperti penjual dan pembeli. Murid dan orang tuanya merasa telah membayar uang sekolah, SPP, dan biaya lainnya dalam jumlah yang relatif mahal, karenanya tak semua orang mampu menyekolahkan anaknya di lembaga pendidikan tersebut. Akibatnya, penghormatan murid dan orang tua kepada guru tidak lagi menjadi perhatian utama.

Karena itu, sudah saatnya kita kembali mendulang nilai-nilai luhur dalam tradisi adab mencari ilmu yang menghantarkan para ulama salaf bisa mereguk nikmatnya mencari ilmu dan menyebarkannya kembali kepada masyarakat. Karena keikhlasannya dalam mempraktikkan adab yang dicontohkan guru-gurunya, mereka diberi kemudahan dalam mempelajari ilmu. Selain itu, ilmu yang dimilikinya pun memberikan banyak manfaat kepada masyarakat luas hingga lintas zaman dan lintas benua. Bahkan, manfaatnya tidak hanya di dunia tapi sampai ke akhirat.

Sebenarnya, banyak sekali adab yang harus dilakukan murid saat menuntut ilmu seperti yang diajarkan oleh ulama salaf. Dengan memperhatikan dan mempraktikkan adab dalam menuntut ilmu, insya Allah proses belajar menjadi lebih mudah, cepat dalam menghafal dan menguatkan daya ingat. Semua ini semata-mata karena orang yang menjaga adab, sikap dan akhlaknya saat menuntut ilmu akan dilimpahi keberkahan dari Allah SWT.

Jadi, kecerdasan bukanlah segalanya. Kecerdasan yang juga merupakan anugerah Allah SWT jika diiringi dengan adab dan akhlak yang luhur, insya Allah ilmu yang kita raih akan memberikan banyak manfaat tidak hanya untuk diri kita, tapi juga untuk masyarakat luas di dunia hingga akhirat.

Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang dikehendaki baik oleh Allah maka Allah akan pahamkan dia dalam hal agamanya.” (HR Bukhari). Agar kita mudah dalam meraih cahaya ilmu, kita harus memperhatikan adab-adab dalam menuntut ilmu. Apa saja adab-adab dalam menuntut ilmu? Uraian lengkapnya hanya di Rubrik OASE Utama Edisi September 2017.

Dapatkan Di:
Gramedia Seluruh Indonesia, Toko Gunung Agung, Book and Beyond, Familly Mart, Books Kinokuniya, Paperclip Toko Online dan gerai penjualan majalah terdekat.

Akses Online:
HIGO, https://company.higoapps.com/ Via APPLE, ANDROID, IPHONE dan Tablet PC.

Berlangganan:
Kantor: 021-83784878 (Jam Kerja)
FB: Majalah OASE
Twitter: @MajalahOase
Instagram: @majalahoasesahira
Website: www.oase.co.id