Pada usia 8-10 tahun, Muhammad Al-Fatih (Khaliofah ke-7 dari Kekhalifahaan Turki Utsmani yang berhasil membebaskan Konstantinopel, sekarang Istambul-Turki, dari cengkraman Romawi) sudah menunjukkan ciri-ciri sebagai anak yang memiliki keimanan kuat. Ini karena pola pendidikan yang ditanamkan sejak kecil oleh orang
tuanya, Sultan Murad II, kemudian diteruskan oleh gurunya mengedepankan konsep “Iman Sebelum Al-Qur’an, Pendengaran Sebelum Penglihatan, Adab Sebelum Ilmu, Hati Sebelum Akal, Membaca Sebelum
Menulis dan Menghapal Sebelum Menganalisa.”

Ayah, Engkaulah yang Mendesain Buah Hatimu

Bentangan peradaban Islam memiliki ribuan bahkan jutaan sejarah emas yang ditorehkan oleh anak-anak muda gemilang pejuang Islam dari generasi ke generasi. Anda pasti mengenal sebagian Sahabat Nabi SAW, para Tabi’in, ulama Mashab, ulama Salaf, Umar bin Abdul Aziz, Sultan Salahuddin al-Ayyubi, Sultan Muhammad Al-Fatih, Ibnu Sina, dan sebagainya. Mereka adalah generasi Islam yang gemilang pada usia 20 tahunan. Muhammad Al-Fatih misalnya, menaklukkan Konstantinopel (Ibukota Romawi Timur) pada usia 23 tahun.

Apa rahasianya sampai mereka bisa seperti itu? Menurut Ustadz Budi Ashari Lc, jawabannya adalah karena orang tua dan guru-guru mereka menerapkan hadits Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Jundub bin Abdillah. Yakni, generasi Islam gemilang itu mempelajari iman terlebih dulu sebelum belajar al-Qur’an. “Sedangkan kita saat ini, tidak kedua-duanya, tidak belajar iman dan tidak belajar al-Qur’an,” tandasnya.

Karenanya, orang tua dan guru, harus bisa menjadi teladan sekaligus mampu menguatkan iman dan mengajarkan al-Qur’an kepada anak-anaknya. Untuk mempelajari iman sebelum al-Qur’an, orang tua harus membiasakan berdialog tentang iman dengan anak-anaknya. Orang tua dan guru juga harus mampu menerangkan kisah dan mentadabburi ayat-ayat al-Qur’an yang dibaca di hadapan buah hatinya.

Selain itu, orang tua dan guru juga harus terus belajar memahami isi al-Qur’an dan memahami penemuan-penemuan terbaru yang dilakukan oleh ahli al-Qur’an untuk kemudian ditranver kepada anak-anak. Ketika anak-anak sudah memasuki usia sekolah (5 tahun), masukkan buah hati Anda ke sekolah yang memiliki konsep pendidikan yang sama dengan Anda di rumah.

Yakni, sekolah yang mengedepankan metode pendidikan Islam. Pakar Parenting Nabawiyah menjabarkan lima urutan metode pendidikan dalam Islam. Pertama, iman sebelum al-Qur’an. Kedua, pendengaran sebelum penglihatan. Ketiga, adab sebelum ilmu dan hati sebelum akal. Keempat, membaca sebelum menulis. Kelima, menghapal sebelum menganalisa. “Dengan menerapkan kunci-kunci pendidikan dalam Islam ini, insya Allah kelak generasi kita mampu menemukan dan menggali isi al-Qur’an sebagai solusi bagi negerinya.” terang Ustadz Budi Ashari.

Di dalam keluarga, penerapan metode pendidikan dalam Islam di atas, menjadi tanggungjawab ayah. Pasalnya, Islam memandang Ayah merupakan figur sentral dalam keluarga, termasuk dalam menentukan desain pendidikan bagi putra dan putrinya. Ibarat lembaga pendidikan, ayah adalah kepala sekolah sedangkan ibu adalah gurunya. Karenanya, desain besar, tujuan dan arah pendidikan anak-anak di dalam keluarga ditentukan dan dirancang oleh ayah.

Sedangkan ibu, berperan sebagai pelaksana pendidikan day to day dari desain besar yang dirancang Ayah. Tentu saja, dalam pelaksanaannya harus ada sinergi harmonis antara ayah, ibu, guru/ustadz (di sekolah atau pesantren ketika anak-anak sudah memasuki usia sekolah) dan orang dewasa lain yang ada di rumah atau yang sering berinteraksi dengan anak-anak.

Anda penasaran … ??? Ingin mempelajari dan memahami lebih lanjut tentang metode dan tahapan pendidikan dalam Islam yang telah sukses melahirkan generasi gemilang ini …??? Baca selengkapnya hanya di Rubrik OASE Utama Edisi November 2017.

Ayah, Jagalah Keluargamu dari Api Neraka

Dapatkan di:
Gramedia Seluruh Indonesia, Toko Buku Gunung Agung, Familly Mart, Book and Beyond, Books Kinokuniya, Paperclip dan gerai penjualan majalah terdekat.

Akses Online:
HIGO, https://company.higoapps.com/
Via APPLE, ANDROID, IPHONE, dan Tablet PC.

Berlangganan:
Kantor: 021-83784878 (Jam Kerja)
HP/WA: 0815-8746461 (Pak Jaelani)
FB: Majalah OASE
Twitter: @MajalahOase
Instagram: @majalahoasesahira
Website: www.oase.co.id

Ayah, Peluk, Cium dan Gendonglah Si Kecil