Taman Nasional Baluran merupakan hamparan savana terluas di Pulau Jawa, seluas 25.000 hektare. Anda yang berkunjung ke sini serasa berada di Afrika. Terletak di Kecamatan Banyu Putih, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Sebelah utara berbatasan dengan Selat Madura, sebelah timur Selat Bali, sebelah selatan Sungai Bajulmati dan sebelah barat Sungai Klokoran. Di tengah kawasan ini terdapat Gunung Baluran yang tak aktif lagi.

Agar Anda bisa lebih menikmati kawasan Taman Nasional Baluran ini, rencanakan perjalanan beberapa hari sebelumnya. Sangat disarankan untuk mengunjungi Pusat Informasi Taman Nasional terlebih dulu untuk mendapatkan informasi singkat tentang kawasan yang sangat dilindungi ini. Jika Anda bersama dalam rombongan besar, sebaiknya didahului oleh tim survei yang akan memastikan semua kebutuhan dan akomodasi di kawasan ini, salah satunya, dengan meminta informasi pada Pusat Informasi Taman Nasional Baluran.

Pengelola Taman Nasional Baluran menyatakan, akses ke taman ini tidak mahal, dan pengunjung benar-benar akan merasa seperti berada di Afrika. Sepanjang perjalanan menuju Savana Bekol di dalam kawasan ini, Anda akan disuguhi pemandangan kayu jati di kanan-kiri jalan. Akan sangat baik jika perjalanan dimulai seusai shalat Subuh, sekitar jam 05.00 Wib, karena sunrise yang terbit di padang savana ini sangat menawan.

Pada ujung taman nasional ini, terdapat Pantai Bama yang merupakan spot terindah untuk melihat sunrise. Di sekitar Pantai Bama terdapat banyak pohon mangrove dan kawasan konservasi. Tapi Anda tetap harus berhati-hati, karena di kawasan ini terdapat banyak monyet liar. Jika Anda lengah, bisa saja handphone, kamera, handycam atau perbekalan Anda yang lain diambil oleh monyet-monyet tersebut.

Di Baluran tersaji suguhan alam yang menakjubkan. Ratusan rusa berlarian menuju kubangan air, merak jantan melebarkan ekornya menarik perhatian sang betina, puluhan kerbau besar gagah berbaris, belasan elang mencari makan, lutung dan makaka bergelantungan. Pepohonan khas Baluran juga unjuk keelokan, tumbuh meninggi dan rimbun mirip pohon pinang, berbuah sekali seumur hidup sebanyak 1 ton untuk kemudian mati. Pohon pilang atau kabesak (Acacia leucophloea) berbatang putih dan rimbun, jika diamati seksama mirip pohon di film Avatar. Ada juga pohon bekol yang rindang mirip beringin dengan nuansa magis.

Taman Nasional Baluran merupakan perwakilan ekosistem hutan kering di Pulau Jawa, terdiri dari vegetasi savana, hutan mangrove, hutan musim, hutan pantai, hutan pegunungan bawah, hutan rawa dan hutan yang selalu hijau sepanjang tahun. Tipe vegetasi savana mendominasi kawasan ini (sekitar 40%). Tanahnya berwarna hitam dari jenis aluvial dan vulkanik meliputi setengah luas daratan rendah yang ditumbuhi rumput savana.

Pada musim kemarau, air tanah di permukaan tanah sangat terbatas dan persediaan air di beberapa mata air berkurang. Saat musim hujan, tanah yang hitam sedikit sekali dapat ditembus air sehingga air mengalir di permukaan tanah, membentuk banyak kubangan, terutama di sebelah selatan yang menghubungkan Talpat dengan Bama.

Jika Anda datang saat musim hujan, tumbuhan dan air sangat melimpah sehingga penghuni taman nasional, seperti banteng dan kerbau liar memilih masuk ke pedalaman dari pada bertatap muka dengan pengunjung. Tapi beberapa kelompok rusa, burung merak, ayam hutan dan burung bisa Anda lihat hilir mudik.

Flora di kawasan ini sebanyak 444 jenis, di antaranya tumbuhan asli, yakni widoro bukol (Ziziphus rotundifolia), mimba (Azadirachta indica) dan pilang (Acacia leucophloea). Widoro bukol, mimba dan pilang merupakan tumbuhan yang mampu beradaptasi dalam kondisi sangat kering dan tetap hijau meski tumbuhan lain layu dan mengering. Tumbuhan lainnya seperti kemiri (Aleurites moluccana), gebang (Corypha utan), api-api (Avicennia sp), asam (Tamarindus indica), gadung (Dioscorea hispida), kendal (Cordia obliqua), manting (Syzygium polyanthum) dan kepuh (Sterculia foetida).

Di kawasan ini terdapat 26 jenis mamalia, seperti banteng (Bos javanicus javanicus), kerbau liar (Bubalus bubalis), ajag (Cuon alpinus javanicus), kijang (Muntiacus muntjak muntjak), rusa (Cervus timorensis rusa), macan tutul (Panthera pardus melas), kancil (Tragulus javanicus pelandoc), kucing bakau (Prionailurus viverrinus), macan tutul (Felis pardus) dan sebagainya. Banteng merupakan maskot Taman Nasional Baluran.

Selain itu, terdapat sekitar 155 jenis burung, termasuk burung langka, seperti layang-layang api (Hirundo rustica), ayam hutan merah (Gallus gallus), kangkareng (Anthracoceros convecus), rangkong (Buceros rhinoceros), tuwuk atau tuwur asia (Eudynamys scolopacea), burung merak (Pavo muticus), bangau tong-tong (Leptoptilos javanicus) dan walet ekor jarum (Hirundapus caudutus).

Dengan tiket masuk hanya Rp 15.000 per mobil dan Rp 5.000 per orang, Anda bisa melakukan berbagai kegiatan di kawasan ini. Seperti penelitian, pengamatan dan atraksi satwa, serta wisata bahari di Pantai Bama yang berada di dalam kawasan taman nasional. Fasilitas yang tersedia berupa kantor pengurus, pondok kerja, pesanggarahan, shelter, jalan trail, menara pandang dan sebagainya.