Kaum Quraisy menjulukinya at-Thahira (wanita suci). Aisyah ra sering cemburu kepadanya. Ia pebisnis sukses, kaya raya, cantik, mulia dan dari keluarga bangsawan. Semua pembesar Makkah pada zamannya berharap bisa melamarnya. Tapi karena memiliki segalanya, ia menikah hanya dengan orang yang dia inginkan. Yakni, laki-laki yang akhlaknya paling sempurna dan nasabnya paling mulia, Muhammad SAW.

Khadijah merupakan karunia Allah SWT yang paling berharga bagi Nabi SAW. Dia mendampingi Rasulullah selama empat kurun, ketika masa penuh kegelisahan dan perjuangan terberat pada periode paling awal datangnya risalah Islam. Ia mengokohkan Nabi SAW pada saat yang sangat berat. Ia meyakinkan Nabi SAW saat risalah datang. Ia membantunya menanggung beban jihad dengan segenap jiwa dan hartanya. Ia juga menolong semua kaum Muslimin saat itu dengan segenap jiwa dan hartanya.

Rasulullah SAW bersabda, “Dia beriman kepadaku ketika orang-orang mengingkariku. Dia membenarkanku ketika orang-orang mendustakanku. Dia menyokongku dengan hartanya ketika orang-orang memboikotku. Dan, Allah mengaruniakan anak bagiku dari (rahim)-nya. Padahal, dengan (istri-istriku) yang lain, aku tak mendapatkannya.” (HR Ahmad, hadits shahih).

Siti Khadijah binti Khuwailid berasal dari suku Asad. Ia sepupunya Waraqah, penganut Kristen yang mengetahui tanda-tanda Nabi akhir zaman. Saudara perempuan Khadijah, Qutaylah, juga menganut Kristen. Keluarga Khadijah merupakan sepupu jauh dari keluarga Bani Hasyim, leluhur Nabi SAW. Pada saat itu, Bani Hasyim dikenal sebagai “Keluarga Penjaga Tanah Suci.”

Bagi Rasul SAW, Khadijah bukan hanya istri, tapi juga sahabat dekatnya, penasihatnya, ibu seluruh keluarganya, termasuk Ali dan Zayd bin Abu Thalib, serta ibu seluruh kaum Muslimin yang pada saat itu jumlahnya hanya sekitar 40 orang.

Khadijah memang wanita mulia. Meski berstatus janda saat menikah dengan Nabi SAW, ia tak hanya cantik dan cerdas, tapi juga wanita terkaya di Jazirah Arab karena profesinya sebagai pengusaha. Kemuliaan akhlak dan budi pekertinya dikenal luas di Tanah Arab. Tak satu pun kaum dhu’afa yang mengunjungi rumahnya ia tolak, dibukanya pintu lebar-lebar dan pulang membawa nafkah untuk memenuhi kebutuhannya beberapa pekan ke depan. Kaum Quraisy pun menjulukinya at-thahira (wanita suci).

Sebelum menikah dengan Nabi SAW, Khadijah mengetahui keluhuran akhlak Muhammad yang bergelar al-Amin, orang yang terpercaya, yang bisa diandalkan dan jujur. Berita ini diperoleh dari rekan-rekan bisnisnya yang sudah pernah mempercayakan produknya kepada Muhammad untuk diperdagangkan di berbagai negeri. Termasuk keistimewaan dan tanda-tanda kerasulan yang diberitakan oleh kerabat dekatnya.

Anda ingin mengenal lebih dalam sosok Khadijah Radhiyallahu ‘Anha, sang wanita suci, ibu seluruh kaum Muslimin ini, termasuk keteladanan dan keikhlasannya selama berjuang menegakkan panji-panji Islam di sisi Rasulullah SAW? Baca ulasan lengkapnya hanya di Rubrik OASE Utama Edisi Desember 2017.

Dapatkan Di:
Gramedia Seluruh Indonesia, Gunung Agung, Book and Beyond, Familly Mart, Books Kinokuniya, Paperclip dan gerai penjualan majalah terdekat.

Akses Online:
HIGO, https://company.higoapps.com/ Via APPLE, ANDROID, IPHONE, dan Tablet PC.

Berlangganan:
Kantor: 021-83784878 (Jam Kerja)
HP/WA: 0815-8746 461 (Pak Djaelani)
FB: Majalah OASE
Twitter: @MajalahOase
Instagram: @majalahoasesahira
Website: www.oase.co.id