Batuk 100 Hari

0
Posted 5 Mei 2012 by faiq in Konsultasi
batuk

Assalamu’alaikum Wr Wb

Dokter Tony, semoga Dokter dan Tim HMC selalu dalam lindungan Allah. Amin ya Rabbal ‘alamin. Dok, saya ingin bertanya soal batuk 100 (seratus) hari. Apakah itu  memang dikenal di dunia kedokteran? Soalnya batuk saya sudah 2 bulan tidak sembuh-sembuh. Banyak teman yang bilang saya menderita batuk 100 hari, yang katanya nanti sembuh sendiri dengan atau tanpa diobati. Atas penjelasannya, saya ucapkan terima kasih.

Wiwi Y
Karyawan Jakarta

Wa’alaikumussalam Wr Wb

Mas Wiwi yang dirahmati Allah, batuk 100 hari yang dikenal dengan nama batuk rejan atau pertussis, yaitu batuk yang disebabkan oleh bakteri Bordetella pertussis,
biasanya terjadi pada anak-anak. Batuk rejan adalah penyakit menular, dengan masa inkubasi (penularan) antara 5 sampai 21 hari. Cara penularannya ke orang
lain melalui udara, melalui percikan cairan dari hidung atau mulut orang yang terinfeksi, yang dapat keluar
ketika penderita bersin, batuk atau tertawa.

Menurut saya batuk Mas Wiwi tidak sama dengan pertusis ini. Sebaiknya Mas Wiwi mengenali gejala batuk rejan. Gejala batuk ini sama dengan gejala batuk lainnya. Gejala batuk biasanya disertai atau menyertai penyakit lain, seperti influenza. Bila seseorang terserang flu, dia akan mengalami pilek, demam, sakit kepala yang disertai batuk. Namun, batuk juga bisa timbul akibat peradangan pada paru-paru, misalnya penyakit tuberculosis (TBC). Juga karena udara lingkungan yang penuh asap rokok, misalnya. Apabila seseorang merokok, maka bulu getar pada tenggorokan tidak dapat berfungsi
maksimal untuk mengusir benda asing yang masuk. Akibatnya terjadi infeksi dan menimbulkan dahak di dalam saluran pernapasan. Kita pasti pernah mengalami batuk. Bila terserang batuk, sungguh tidak mengenakkan. Apalagi jika disertai rasa gatal pada tenggorokan. Jika serangan batuk menjadi-jadi, bisa disertai rasa pegal pada perut, dan bahkan bisa saja timbul keram karena tertekan akibat batuk. Batuk adalah sebuah refleks fisiologis untuk melindungi tubuh dari benda-benda asing yang masuk ke tenggorokan. Jika ada benda asing yang masuk ke tenggorokan, tubuh akan berusaha mengeluarkannya dengan
cara batuk. Tapi, batuk juga bisa karena gejala dari suatu penyakit tertentu. Dalam jalan udara di tenggorokan ada banyak rambut getar yang terus bergerak dan berfungsi untuk menyapu bersih benda-benda asing yang masuk. Penyakit asma biasanya juga akan disertai batuk. Misalnya jika penderita asma terkena udara dingin, maka asmanya akan kambuh, dan itu biasanya akan
disertai dengan batuk.

Jenis batuk

Batuk terbagi menjadi dua tipe. Batuk kering dan batuk berdahak. Batuk kering timbul karena adanya sensitivitas pada bulu-bulu getar di tenggorokan, misalnya jika timbul alergi. Alergi bisa timbul jika bulubulu getar terkena benda-benda, seperti es atau makanan yang pedas, sehingga tidak kuat dan akhirnya menimbulkan batuk. Sedangkan batuk berdahak adalah batuk yang disertai dengan keluarnya lendir. Lendir ini bisa berasal dari peradangan pada paru-paru yang bisa atau akan keluar
bersama batuk. Itulah sebabnya para penderita TBC tidak boleh membuang lendirnya di sembarang tempat. Sebab begitu dia batuk dan membuang lendir, maka kumannya
akan ikut keluar. Secara umum penyakit batuk akan lebih mudah menyerang orang pada peralihan musim seperti saat ini, terutama bila terjadi perubahan temperatur udara mendadak dari musim panas ke musim dingin atau penghujan. Kondisi tubuh yang tidak fit juga memudahkan terkena penyakit, khususnya batuk. Seorang yang berusia lanjut ketika sedang tidur lalu batuk-batuk, tapi setelah dia bangun batuknya reda, maka ini perlu diwaspadai. Sebab hal ini bisa terjadi karena jantungnya membesar sehingga menimbulkan gagal jantung. Gejala lainnya, jika baru sedikit berjalan, dia sudah terengah-engah atau kecapaian. Pengobatan untuk jenis batuk kering dilakukan untuk menekan atau meredakan batuknya. Tujuannya untuk memberikan kenyamanan, menghindari terganggunya tidur dan kelelahan serta kemungkinan berbahaya bagi pasien. Pengobatannya dilakukan dengan menghilangkan refleks batuk secara sentral. Sedangkan untuk batuk berbatuk berdahak,
pengobatan dilakukan untuk mengeluarkan dahaknya.


About the Author

faiq


0 Comments



Be the first to comment!


Leave a Response

(required)

* Copy this password:

* Type or paste password here: