Tidak sedikit para desainer yang mengeksplorasi rancangan busananya dari kekayaan budaya pada suatu daerah di Nusantara kita tercinta ini dalam karyanya. Hannie Hananto dan Lenny Agustine, dua orang desainer kenamaan Indonesia, menampilkan karyanya pada runaway di gelaran pekan mode terbesar se Asia Tenggara di Jakarta Fashion week (JFW) 2017 pada 22-28 Oktober 2016 yang lalu. Diprakarsai Pemerintah Kota Kediri, Lenny dan Hannie menampilkan kreasi yang berdasar pada kain tenun ikat Bandar Kidul asal Kediri, sedangkan Sedangkan Lenny menampilkan modernitas dari motif kuda lumping yang ada di batik Kediri pada hari ke-5 JFW 2017. Selama enam bulan, keduanya berproses dan  blusukan ke berbagai pengrajin di wilayah Kediri untuk mempelajari dan mengolah kedua jenis kain tersebut dengan kecenderungan style masing-masing. Lenny tertarik pada budaya Jaranan yang ada di Jawa dan terkait dengan kuda lumping, sedang Hannie berkonsentrasi pada beberapa jenis motif dari tenun ikat Kediri tersebut. Menampilkan 24 rancangan busana Hannie memadukan tenun dalam bentuk modest-wear, sesuai dengan karakternya selama ini, yang didominasi oleh warna monokrom dan sogan. “Saya menginginkan kain tenun ini dapat menjadi salah satu benda yang diwariskan dari orang tua ke anaknya. Namun saya memodifikasi dengan bentuk lain seperti outer agar lebih multi-fungsi, dengan memilih atmosfer yang modern dan edgy walau memilih warna yang cenderung kuno, ujar Hani yang juga salah satu founder HijabersMom Community.

hani-batik-jfw3

hani-batik-jfw2

hani-batik-jfw1