Kepedulian terhadap penerapan ethical fashion bergulir di kalangan desainer dan brand di tanah air. Para desainer dan pengrajin diharapkan dapat menghasilkan koleksi karya dengan memperhatikan upah dan tempat kerja yang layak bagi pekerja dan mencari solusi mengenai limbah yang dapat merusak lingkungan sekitar.

Untuk membahas lebih lanjut tentang penerapan ethical fashion khususnya di industri fashion di negeri ini, Indonesia Fashion Chamber (IFC) bersama Traya Indonesia menggelar Ethical Fashion Talk dan Media Gathering dengan tema “Moving Together in Fashion Ethic”. Acara ini menghadirkan para praktisi dan pemerhati industri mode. Pembicara dalam acara ini, Sadikin Gani (Pengamat Ethical Fashion), Ali Charisma (National Chairman IFC), Lenny Agustin (Pelaku Fashion dan Ketua IEF), Euis Saedah (Dekranas) dan Bai Soemarlono (Pelaku Fashion). Acara bincang-bincang ini sendiri digelar dalam rangka menyambut perhelatan International Ethical Fashion yang akan digelar pada 17–20 November 2016 di Jakarta Convention Center (JCC)

International Ethical Fashion (IEF) mengajak para pelaku mode untuk mewujudkan etika fashion dan ingin mengajak para desainer membuka mata bahwa apa yang harus dikejar tidak hanya materi, tapi juga harus mengerti bahwa etika itu sangat perlu.

“Nantinya IEF akan memberikan pengetahuan tentang semuanya melalui seminar, fashion talk, dan fashion show. Kita para pelaku usaha fashion harus memperbaiki perencanaan bisnis dalam mengolah industri fashion kita,” kata Ali Charisma, National Chairman Indonesian Fashion Chamber, saat Media Gathering di XXI Lounge, Plaza Senayan, Jakarta, Selasa (30/8).