Hari ketiga perhelatan Indonesia Modest Fashion Week (IMFW) 2017, Sabtu (14/10), diramaikan oleh busana hasil karya 6 Desainer kenamaan tanah air yang berkolaborasi dengan Kota Padang Panjang. Mereka adalah Ade Listiani, Oki Setiana Dewi, Iva Lativah, Lia Soraya, Sikie Purnomo, dan Tuty Adib.

Enam Desainer tersebut menampilkan koleksi busana yang mengangkat kearifan lokal Kota Padang Panjang, yang sebagian masyarakatnya memiliki mata pencarian  dari hasil bertani. Para Desainer tersebut menampilkan busana dengan perpaduan bunga dan tumbuhan khas Padang Panjang.

“Sebagian besar masyarakat Padang Panjang hidupnya dari bertani. Makanya busana yang ditampilkan oleh para Desainer kondang ini adalah perpaduan motif bunga dan tumbuh-tumbuhan di sekitar daerah  kami,” ucap Istri Wali Kota Padang Panjang, Maria Feronika, saat ditemui OaseSahira usai fashion show di Jakarta Convention Center.

Tuty Adib – Puti Jalito

Dalam ranah fashion tanah air, nama Tuty Adib bukanlah “pemain” baru. Sejak Oktober 2000, Tuty telah menggeluti dunia rancang busana, khususnya pakaian  Muslimah. Desainer asal Solo ini  mempunyai ciri khas dalam rancangan  busanannya, yaitu feminine elegance dan biasa bermain dengan manik-manik. Tuty biasa menggunakan bahan-bahan khas Indonesia, seperti batik dan tenun ikat. Seni bordir dan sulam juga tidak pernah ditinggalkan dalam rancangannya. Ia selalu mengkombinasikan antara batik dan bordir.

Pada IMFW kali ini, Perancang langganan Ibu Iriana Jokowi dan pemilik brand Bilqis ini, mengangkat tema “Puti Jalito” yang memiliki arti  “Putri Yang Jelita” dalam bahasa Minang. Hasil rancangan Tuty kali ini terinspirasi dari kelembutan, keramahan, kecantikan sosok wanita Muslimah di Minangkabau.

“Koleksi terbaru saya ini menceritakan warna pastel sebagai simbol kelembutan, kecantikan, keindahan, dan kesantunan seorang Putri Jelita yang terinspirasi sosok Muslimah di ranah Minang”, ujar Tuty saat bertemu OaseSahira usai fashion show.

Dalam koleksi terbarunya kali ini, Tuty Adib memberikan detail berupa tempelan  bordir khas Padang Panjang. Ia tetap berpakem pada karakternya yang feminin dan elegan, dipertajam dengan warna pastel (dusty) dan bold seperti merah, bata, krem, yang melambangkan sosok kuat dari seorang perempuan. Bahan-bahan yang digunakan taffeta, organdi, chiffon, duchess.

Lia Soraya – Bambu

Perancang busana asal Purwakarta, Lia Soraya, turut hadir di pergelaran busana Indonesia Modest Fashion Week (IMFW) 2017. Dalam kesempatan kali ini, Lia menghadirkan koleksi busana Muslim yang elegan dan eksklusif.

Lia mengusung tema “Bambu”.  Ia menggunakan bordiran motif tenun dan bunga beraneka ragam yang ada di tanah Minang, dan ditempel secara handmade. Bordir sangat ditonjolkan dalam koleksinya kali ini dan tidak banyak yang menggunakan manik-manik. Berbeda dari koleksi sebelumnya, yang selalu menggunakan detail manik-manik kristal.

“Di tanah kelahiran saya, tanah Sunda (Pasundan), bambu adalah pohon yang sangat melegenda, karena erat kaitannya dengan masyarakat di sana. Di daerah lain pun di Indonesia, pohon bambu pasti ada, termasuk Padang Panjang. Untuk pembuatan motif, juga menggunakan batik cap dengan finishing dilukis atau coret dengan aplikasi bordir. Dan saya tidak menggunakan batik printing,” ujar Lia.

Bambu menjadi inspirasi Lia Soraya dalam rancangannya kali ini, yang warna hijaunya merupakan representasi warna alam, kesegaran, relaksasi, harmoni, alami, dan sejuk yang bersifat menenangkan. Oleh karena itu, koleksinya didominasi oleh warna hijau, meski ada pula warna lain seperti turquoise, emerald, topaz, rose quarts, dan aquamarine.

Lia menuangkan koleksi gaun, abaya, dan kaftan dengan hiasan korsase bunga dan taburan Swarovski di atas bahan sifon, tile, dan organdi.

Iva Lativah

Desainer senior asal Bandung, Iva Lativah, mengeluarkan koleksi kasual yang menggambarkan masyarakat urban saat ini. Koleksinya terdiri dari blus, celana, hingga outer. Rancangannya didominasi dengan permainan cutting berbahan katun denim dengan teknik bordir motif bunga.

Oki Setiana Dewi

Artis sekaligus Desainer, Oki Setiana Dewi, turut menampilkan hasil karyanya dalam pekan mode busana Muslim kali ini. Oki menghadirkan gamis syar’i berwarna hitam dengan aneka corak bunga dan tumbuh-tumbuhan dengan teknik layering. Selain gamis, Oki juga menampilkan koleksi bridal berwarna silver.

Ade Listiani

Ade Listiani menampilkan koleksi busana yang dihiasi dengan payet bermotif bunga. Pada koleksinya kali ini Ade menggunakan warna tanah, seperti coklat dan dusty.

Sikie Purnomo

Sepuluh koleksi gaun rancangan Sikie Purnomo penuh dengan detail payet motif bunga dengan teknik drapped dan layering. Sikie menampilkan busana yang didominasi warna peach dan biru.