Jakarta- Minangkabau Fashion Festival (MFF) yang ketiga kalinya diadakan sebagai wadah positif para pelaku mode untuk melestarikan budaya Minangkabau dipentas lokal dan internasional. MFF kali ini diselenggarakan berbarengan dengan IMFW (Indonesia Modest Fashion Week) di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, pada 12 Oktober 2017.

Acara yang dibuka oleh istri Gubernur Sumatera Barat, Nevi Zuairina menampilkan Grand final dari kontestan desainer Sumatera Barat. Beberapa katagori lomba yang diselenggarakan diantaranya: Lomba Desain Motif Batik Minang, Lomba Desain Cendramata Ikon Minang (baju kurung), Lomba Minang Fashion Designer Competition dan Lomba Kreasi Busana Pengantin Traditional Minangkabau. Untuk Lomba Motif Batik dimenangkan oleh Haris Hariwijaya dari Kabpaten Tanah Datar, untuk Lomba Desain Cendramata Ikon Minang (baju kurung) dimenangkan oleh Vivi Hardina S dari kota Padang, untuk Lomba Minangkabau Fashion Designer Competition dimenangkan oleh Hitman Aliah Rahman dari kota Payakumbo, dan untuk Lomba Kreasi Busana Pengantin Traditional dimenangkan oleh Eko Rahmat Putra dari kota Padang. Para pemenang mendapatkan hadiah berupa uang jutaan rupiah, tropi serta sertifikat Minangkabau Fashion Festival.

(Kontributor: Sarida Puja)

“Kami sengaja menyelenggarakan acara MFF ketiga ini di Jakarta, karena Jakarta sebagai Ibu Kota negara jangkauannya jauh lebih luas dan InsyaAllah MFF kali ini, kami harapkan gaungnya akan lebih besar,” jelas Nevi Zuairina di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Kamis (12/10)

Acara MMF ini diharapkan mampu mengembangkan sektor ekonomi kreatif, menjadi sarana gelar karya dan adu kreatifitas bagi para desainer Sumatera Barat dan untuk memperkenalkan Sumatera Barat kepada dunia. “Tujuan acara ini ingin mencari bibit unggul yang ada di Sumatera Barat, dan para pemenangnya akan dilibatkan pada seluruh kegiatan yang dapat menunjang promosi wisata Sumatera Barat,” tambah Nevi Zuairina.(Sarida,Mg)