Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) DKI Jakarta menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) di Gedung Balai Kota Jakarta, Kamis (7/9/2017). Selain membahas  evaluasi berbagai program yang sudah dilakukan selama setahun, dalam Rakerda keempat tersebut dibahas juga program peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) anggota IWAPI.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) IWAPI DKI Jakarta Tatyana Sutara mengatakan, pihaknya berharap Usaha Kecil Menengah (UKM) mampu menjadi tulang punggung perekonomian negara. Seperti yang terjadi saat krisis ekonomi 1998 silam. ”Peningkatan kualitas industri UKM tentunya harus dimulai dari perbaikan kualitas SDM. Ide dan kreativitas SDM mempengaruhi kualitas produksi UKM. Dengan adanya dukungan dari pemerintah, kami berharap kerja sama UKM dengan pemerintah dapat mengulang kembali perbaikan krisis ekonomi 1998,” jelas Tatyana Sutara di Gedung Balai Kota Jakarta, Kamis (7/9/2017).

Selama 42 tahun berdiri, IWAPI terus meningkatkan peran perempuan pengusaha guna mencapai pemerataan ekonomi. Target dari Rapat Kerja IWAPI kali ini adalah meningkatkan jumlah perempuan pengusaha di Jakarta. Untuk itu, berbagai pelatihan pun dilaksanakan, seperti kewirausahaan, digital marketing, sosial media, pameran produk serta UMKM.

Ketua Umum DPP IWAPI Ir Nita Yudi mengatakan, bahwa visi dan misi IWAPI  adalah pemberdayaan perempuan agar mandiri secara ekonomi. Karenanya, program yang dijalankan fokus pada peningkatan SDM melalui pelatihan, training, seminar dan talkshow untuk membuka wawasan serta memasarkan produk dengan jaringan yang lebih luas. Tak hanya itu, IWAPI juga berusaha memfasilitasi mereka yang tergabung dalam IWAPI mendapatkan akses pendanaan yang lebih luas.

“Untuk menghadapi era globalisasi, kami bekerja sama dengan Facebook, Telkom Indonesia dan Nurbaya, untuk memberikan pelatihan Digital Marketing. Kami sedang menggalakkan Digital Marketing agar tugas seorang ibu di rumah tetap bisa dilakukan. Usaha dilakukan semua dari rumah supaya fungsi perempuan sebagai ibu rumah tangga tetap terjaga. Kami akan membawa IWAPI Goes Digital,” tandas Nita.

Saat ini, cukup banyak perempuan Indonesia memiliki produk dan jasa konsultasi. Dan setiap produk, baik barang atau jasa memerlukan promosi agar bisa laku. Bila dulu untuk promosi memerlukan biaya cukup tinggi. Tapi di era digital saat ini,  hal itu bisa ditekan dengan cara kreatif memanfaatkan teknologi. So, bila ingin cepat berhasil, para pengusaha perempuan Indonesia kudu melek dan faham IT.