Sate Kambing by Umah Palgading

Resto Umah Palgading mengedepankan konsep tradisi dalam lingkungan pedesaan berbalut atmosfir dan karakter Jawa yang kental. Resto ini juga didesain dengan konsep beranda yang terbuka, layaknya pendopo rumah joglo khas Jogja. Resto Umah Palgading mengedepankan konsep tradisi dalam lingkungan pedesaan berbalut atmosfir dan karakter Jawa yang kental. Resto ini juga didesain dengan konsep beranda yang terbuka, layaknya pendopo rumah joglo khas Jogja.

Berkunjung ke suatu daerah selain menikmati keindahan alamnya, bertemu kerabat, handai taulan dan menikmati suasana kotanya, tak lengkap rasanya tanpa mencicipi kuliner khas daerah tersebut. Demikian juga saat Anda berkunjung ke Kota Jogyakarta yang dikenal sebagai “Kota Pelajar” ini, juga memiliki beragam kuliner khas. Salah satunya adalah gudeg yang memiliki sensasi rasa yang khas.

Di setiap sudut kota yang dipimpin oleh Sultan Hamengku Buwono X ini, Anda bisa menjumpai kedai hingga restoran dengan menu gudeg. Mulai dari harga mahasiswa sampai harga turis (harga premium) mudah Anda dapatkan. Mulai dari sensasi menikmati kelezatan gudeg di dapur khas deso hingga di restoran berstandar internasional dengan suasana sangat nyaman dan mewah, juga mudah kita jumpai di kota ini.

Umah Palgading Pas Untuk Keluarga

Tapi seiring meningkatnya persaingan usaha kuliner di Jogja, banyak rumah makan dan resto yang menawarkan lebih, misalnya selain menu yang dijamin maknyos, dihadirkan juga sensasi suasana restoran yang nyaman dan elegan untuk menikmati kelezatan berbagai hidangan khas Jogja ini. Pertanyaannya, dimana Anda bisa menemukan suasana seperti ini? Salah satunya adalah Restoran Umah Palgading di Desa Wisata Palgading, Minomartani, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta.

Restoran Umah Palgading adalah resto yang mengedepankan konsep tradisi,  lingkungan pedesaan dalam atmosfir dan karakter Jawa yang kental. Resto ini didesain dengan konsep beranda yang terbuka, layaknya sebuah pendopo. Karenanya, bangunan resto ini bergaya rumah panggung Joglo sebagai ruang bersantap dengan dapur dan meja prasmanan yang berada tepat di belakangnya. Sama persis dengan penataan tata cara bersantap gaya Jawa-Jogja.

Tengkleng by Umah Palgading

Bangunan Joglo khas Jogja itu terlihat sangat kokoh dengan material kayu jati khususnya pada soko dan tiang-tiang utamanya. Lantainya dibalut keramik bergaya klasik dengan perpaduan furniture yang juga bergaya tahun 60-an. Di sekeliling bangunan utama yang berbentuk joglo ini terdapat bangunan kecil-kecil berbentuk limas, khusus dipersembahkan bagi Anda yang menginginkan suasana lebih privat.

Suasana semakin nyaman karena di sekitar resto terbentang pemandangan pedesaan yang masih natural, rimbunnya pepohonan, diselingi gemericik air dari sungai kecil yang melewati sisi bangunan resto. Suasana pun menjadi semakin sejuk, damai dan asri. Para pelanggan dan pengunjung yang baru pertama kali berkunjung langsung betah berlama-lama menikmati suasananya sambil mengunyah santapan yang lezat.
Meski cuaca di luar sedang terik, pengunjung tetap santai “ngobrol” sambil menikmati sajian favoritnya bersama keluarga atau patnernya. Apalagi, ketika homestay  yang sedang dibangun di sekitar resto ini sudah siap 100%, insya Allah akan semakin memanjakan pengunjung.

Buffet, All you Can Eat

Prasmanan ala Umah Palgading

Owner Resto Umah Palgading Hadi Nurmansyah yang juga berperan sebagai chef  kepala yang bertanggung jawab atas semua menu masakan yang disajikan ini menyatakan, resto yang dipimpinnya menawarakan konsep penyajian menu yang berbeda dengan resto lain. Jika kebanyakan resto menawarkan daftar menu kepada pelanggannya, Umah Palgading mengambil konsep buffet atau prasmanan dengan konsep all you can eat dengan harga hanya Rp 15 ribuan per item menu.

Pengunjung restoran diberi kebebasan memilih menu favoritnya. Mulai dari nasi, ada nasi merah atau putih, yang dimasak dengan cara di kukus dengan peralatan tradisional yang terbuat dari anyaman bambu (namanya, kukusan). Sehingga menghasilkan cita rasa yang lebih pulen dan nikmat.

Sayur yang disajikan pun, sayur kampung yang sangat istimewa, seperti sayur daun kelor, oseng tempe gembus, lodeh tempe lombok ijo, dan sayur “deso” lainnya. Ditambah dengan beberapa pilihan sambal yang juga bercita-rasa “deso.”

Gudeg Manggar by Umah Palgading

Beberapa menu andalan yang menjadi favorit pengunjung adalah sayur brongkos, gudeg manggar yakni gudeg khas Bantul yang terbuat dari mayang atau bunga kelapa. Kemudian ada menu tongseng kambing, menu bakaran seperti ikan, ayam, sate ayam dan sate kambing.
Tapi menu tengkleng di resto ini agak berbeda dibanding dengan menu tengkleng pada resto lainnya. Umumnya, tengkleng berbahan dasar tulangan kambing, tapi di resto ini berbahan dasar tulang sapi muda. Menu tengkleng ini disebut “Tengkleng Buto.”

Menu Tengkleng Buto ini juga menjadi salah satu yang difavoritkan pengunjung. Pasalnya, cita-rasa dari tulangan sapi muda yang kuah dengan bumbu yang ngeblend  ini bercampur menjadi satu. Daging sapi muda yang membungkus tulang menjadi sangat lembut dan serasa lumer di mulut saat disantap. “Menu tengkleng buto ini cocok dinikmati siapa saja, tua dan muda,” jelas Hadi yang merintis resto ini bersama sahabatnnya C Purnawijaya.

Open Kitchen

Open Kitchen ala Umah Palgading

Selain itu, resto ini juga memiliki menu tambahan di luar menu prasmanan.  Bahkan, menu tambahan ini diproses dan disajikan dengan konsep open kitchen. Sehingga, pengunjung bisa menyaksikan secara jelas masakan yang dipesan sedang diolah di dapur hingga proses penyajiannya.
Resto ini juga tidak hanya menyajikan makanan berat saja. Beberapa sajian kudapan dan minuman ala ndeso juga tersedia. Misalnya, “wedhangan”  atau minuman yang disajikan dalam keadaan hangat. Pilihannya adalah wedang uwuh, wedang sere, jamu beras-kencur, wedhangan teh poci dan kopi tubruk.

Chef Hadi Nurmansyah

Minuman hangat ini sangat cocok dinikmati saat makan siang maupun santap malam. Apalagi ditambah aneka kudapan ringan, seperti mendoan dan pisang goreng, sehingga pas buat teman ngobrol bersama sahabat atau keluarga. Jadi, jika Anda berada di sekitar kawasan Kaliurang, Sleman, Yogyakarta, tidak ada salahnya mampir sejenak menikmati sensasi dan suasana ndeso yang ditawarkan resto ini. Restoran ini buka setiap hari dari jam 10.00 WIB hingga 20.00 WIB.

Olink KP