Sebagai pendatang baru di dunia desain fesyen, nama Nina Septiana patut diperhitungkan. Nina dengan label Nina Nugrohonya berhasil melesat setelah mengikuti berbagai ajang fasyen terbaik di Tanah Air maupun di mancanegara, seperti Indonesia Fashion Week (IFW), Muslim Fashion Festival (MUFFEST), dan Turino Fashion Week.

Berbeda dengan tahun sebelumnya yang mengusung tema “Office Wear”, untuk kali kedua mengikuti perhelatan IFW 2018 ini, Nina digandeng Deskranasda Deli Serdang untuk mendesain busana Muslimah dengan menggunakan kain tradisional asal Deli Serdang sekaligus memperkenalkan kain warisan budaya asal Deli agar bisa lebih dikenal oleh masyarakat luas. Kabupaten Deli Serdang sendiri baru pertama kali mengikuti acara akbar Indonesia Fashion Week 2018 dan berharap bisa mempromosikan kain ulos dan tekstil Deli Serdang di tingkat nasional. Dan Nina menjadi satu-satunya Desainer yang diminta mewakili Deli Serdang

”Alhamdulillah, saya satu-satunya Desainer yang diberikan kesempatan oleh Pemerintah Deli Serdang untuk mewakili daerahnya mempersembahkan karya busana untuk berlenggang di panggung Indonesia Fashion Week 2018 kali ini. Saya optimis sekali bahwa penggunaan kain warisan budaya dapat disandingkan dengan perkembangan dunia fesyen dan kemajuan  zaman. Dan saya berharap, hasil rancangan dengan konsep busana kerja yang simpel dan elegan ini dapat diterima dengan baik oleh masyarakat luas,” ujar Nina saat ditemui di Kawasan Senayan, Sabtu (31/03)

Dalam ajang IFW kali ini, Nina mempersembahkan 12 karya busana, dengan mengusung tema “TechnoCulture” yang memadukan konsep Klasik-Modern. Desain klasik yang timeless berpadu dengan keserderhanaan busana kantor tapi dengan kesan modern.

Bahan yang digunakan adalah bahan tenun Deli Serdang, Sumatera Utara. Dengan motif Melayu, seperti bunga bakung, bunga sekaki, pucuk rebung, sulur kangkung dan bunga cengkeh. Warna yang dipakai adalah merah marun, biru benhur, hitam, hijau, abu-abu dan ungu. Bahan Tafetta Victoria berwama hitam menjadi bahan pilihan untuk bagian bottom dan Silk Hermes hitam sebagai lining dalam. Untuk memberikan kesan feminin, Nina Nugroho memilih bahan Brocade modern dipayet dengan menggunakan payet berjenis piring dan sedikit payet bulat yang keseluruhannya berwama hitam.

Aksesoris tambahan yang digunakan dalam kesempatan kali ini adalah tebaran swarovski berukuran sedang dan kecil yang disebar di berbagai bagian busana. Di beberapa koleksinya Nina Nugroho menyematkan kalung bernuansa Melayu hingga mempertegas identitas asal  busana yang dibawakan.