Para desainer Tanah Air menampilkan Karya terbaik mereka dalam perhelatan Indonesia Modest Fashion Week  (IMFW) 2017 yang digelar pada 12 sampai 15 Oktober 2015 di Jakarta Convention Centre, Senayan, Jakarta.

Pagelaran busana muslim yang sebelumnya bernama Indonesia Islamic Fesyen & Produk (IIFP) ini berbeda dengan yang sebelumnya.  IIFP pertama menampilkan produk busana muslim yang bersifat global. Sedangkan IMFW lebih mengembangkan keragaman karya modest fashion dari desainer Tanah Air dengan menyertakan kekayaan etnik Nusantara dalam koleksi modest fashion yang khas, cantik dan indah. Modest fashion juga menjadi sektor potensial yang ikut serta mendorong percepatan wacana Indonesia sebagai pusat mode fesyen hijab di tahun 2020.

Selain melibatkan 60 desainer tanah air seperti; Jeny Tjahyawati, Tuty Adib, Iva Latifah, Ida Royani, Lia Afif, Lia Soraya, Sisesa, Itang Yunasz, Malik Moestaram, Sikie Purnomo, Nina Nugroho, Gita Orlin. Selain itu IMFW juga menampilkan karya desainer-desainer muda berbakat dari para Grand Finalis Minangkabau Fashion Festival (MFF), yang juga pertama kali diselenggarakan di Jakarta. Beberapa desainer mancanegara dari Malaysia, Australia, Turki dan Korea juga turut meramaikan perhelatan ini.

IMFW hadir diharapkan akan menjadi platform modest fashion, dimana akan menjadi ajang adu kreasi dari para pelaku desainer yang menyajikan keragaman karya modest fashion baik dari desainer lokal dan juga mancanegara.

IMFW 2017 menghadirkan 150 booth penjualan dengan target pengunjung sekitar 100.000 orang. Perhelatan yang berlangsung 4 hari ini dimaksudkan untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat modest fesyen dunia pada tahun 2020.

“Jadi, tidak hanya desainer asal Indonesia saja yang ikut memperlihatkan koleksinya, tapi ada 2 desainer dari 2 negara yang akan meramaikan IMFW,” kata Jeny Tjahyawati, Project Director IMFW 2017, saat pembukaan acara.

Ada 2 desainer internasional yang ikut meramaikan IMFW, diantaranya berasal dari Malaysia dan Australia, serta ada juga tamu undangan dari Korea dan Turki.

Jeny juga menambahkan, ia berharap semoga tahun depan, negara-negara lain seperti Cina, Irak dan Amerika bisa ikut dalam acaa IMFW selanjutnya.

(Kontributor: Sarida Puja)